Pelatihan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN)

Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), memadamkan api dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan uji coba alarm tanda bahaya ini diselenggarakan secara serentak di beberapa lokasi di ITS. Hal ini sehubungan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang jatuh pada tanggal 26 April 2018.

Tujuan Kegiatan

Selain sebagai salah satu upaya meningkatkan kompetensi Tendik kegiatan ini memiliki tujuan yakni:

  1. Memberikan pengetahuan prosedur yang harus dilakukan apabila mendengar alarm tanda bahaya.
  2. Memberikan keterampilan praktis terkait cara melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) apabila melihat suatu kecelakaan.
  3. Memberikan keterampilan praktis terkait cara memadamkan api dengan menggunakan APAR.

Manfaat Kegiatan

Bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) ITS, pelatihan ini bermanfaat untuk:

  1. Meningkatkan pengetahuan prosedur yang harus dilakukan apabila mendengar alarm tanda bahaya, yakni dengan segera berkumpul ke titik kumpul terdekat.
  2. Meningkatkan keterampilan praktis terkait prosedur P3K dan cara menggunakan APAR.

Waktu Pelaksanaan

Pelatihan ini telah dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Kamis, 26 April 2018
Waktu : 08.00 – Selesai
Tempat : Beberapa lokasi di ITS.

Hasil Kegiatan

Pelatihan ini dilakukan secara serentak di beberapa lokasi titik di ITS, yakni:

  1. Di selasar BAAK.
  2. Di halaman depan Teknik Sipil ITS.
  3. Di lapangan voli Kampus Kota ITS.

Peserta dari kegiatan ini adalah semua stakeholder ITS, mulai dari dosen, karyawan, hingga mahasiswa.

Foto-foto kegiatan

  • Di selasar BAAK.

Di lokasi ini peserta yang berkumpul berasal dari karyawan dari gedung yang berada di sekitar selasar BAAK, yakni dari: Gedung BAUK, gedung BAAK, gedung UPT SOSHUM, gedung UPT Perpustakaan, hingga gedung Rektorat.

Di lokasi ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Palang Merah Remaja (PMR) ITS dipanggil untuk memeragakan beberapa teknik yang penting dalam pertolongan pertama. Salah satu teknik yang dipraktikkan adalah teknik pompa jantung.

Pada penderita yang mengeluh nyeri dada kemudian terjatuh pingsan, segera periksa apakah penderita mengalami henti jantung. Bila mendapati seseorang henti jantung, jangan panik tetapi juga jangan tidak berbuat apa-apa. Segera telepon rumah sakit terdekat atau unit gawat-darurat terdekat untuk meminta ambulance beserta dokter. Bila disekitar tempat kejadian terdapat dokter atau paramedis atau klinik praktik dokter, segera panggil. Dokter dan tenaga medis telah memiliki sertifikasi pelatihan pemberian pertolongan untuk henti jantung.

Berikut adalah teknik melakukan teknik pompa jantung

  1. Posisikan penderita berbaring terlentang di atas landasan yang cukup keras, seperti lantai.
  2. Posisi kepala sedikit menengadah karena posisi ini adalah posisi dimana saluran napas terbuka lebar dan lurus.
  3. WhatsApp Image 2018-07-04 at 09.54.32
    Pak Arief Rahman, S.T., M.Sc., mempraktikkan prosedur pompa jantung pada manekin

    Penolong berlutut di samping penderita.

  4. Pompa pada dinding dada dilakukan dengan kedua telapak tangan yang saling bertumpu. Tidak semua telapak tangan menyentuh dinding dada, hanya bagian tumit telapak tangan saja yang menumpu pada dinding dada.
  5. Selanjutnya posisi telapak tangan, siku, hingga bahu lurus. Hal ini agar tenaga yang dihasilkan besar dan penolong tidak capai.
  6. Sumber tenaga untuk memompa ialah sendi bahu. Jadi gerakan memompa bukan berasal dari tenaga lengan bawah ataupun lengan atas, tetapi dari gerakan naik-turunya bahu.
  7. Tumit tangan diletakan di tulang tengah dada, di pertengahan setengah bawah tulang dada. Pada laki-laki posisinya kira-kira sejajar puting susu, sedangkan pada perempuan sejajar lipatan kulit bawah payudara.
  8. Pompa diberikan berirama dengan kecepatan 100 kali per menit.
  9. Pompa diberikan dengan kekuatan yang menyebabkan dinding dada terdorong sejauh 5 sentimeter.
  10. Setiap 2 menit periksa kembali nadi penderita apakah sudah teraba atau belum.
  11. Napas buatan boleh diberikan, namun sejumlah penelitian menyimpulkan bahwa napas buatan tidak perlu dilakukan bila penolong adalah orang awam.
  12. Pompa terus diberikan hingga bantuan medis datang. Bila penolong lelah, pompa dapat digantikan oleh penolong lain.
  13. Pompa dapat dihentikan bila penolong medis datang, penolong kelelahan dan tidak ada penolong lainnya, atau pompa telah diberikan dalam waktu 20 menit tanpa ada perbaikan (penderita masih tidak sadar, napas dan nadi tidak ada)
WhatsApp Image 2018-07-04 at 09.53.56
Suasana saat UKM PMK memberikan pengarahan terhadap pertolongan pertama

Tata cara (Prosedur) penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) / Tabung Pemadam Kebakaran :APAR

  • Tarik/Lepas Pin pengunci tuas APAR /  Tabung Pemadam.
  • Arahkan selang ke titik pusat api.
  • Tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR /  Tabung Pemadam.

Sapukan secara merata sampai api padam.

WhatsApp Image 2018-07-04 at 10.01.00
Salah satu peserta mencoba menggunakan APAR
  • Di halaman depan Teknik Sipil ITS

Pelatihan yang dilakukan di halaman depan teknik sipil yaitu adalah peragaan penggunaan APAR dengan peserta yang datang mayoritas adalah mahasiswa.

WhatsApp Image 2018-07-04 at 09.53.45
Peserta sedang menggunakan APAR

WhatsApp Image 2018-07-04 at 09.53.54

 

  • Di lapangan voli Kampus Kota ITS.

Lapangan voli kampus kota terletak di antara Departemen Sistem Informasi dan juga Departemen Vokasi Mesin Industri.

Di lokasi ini dilakukan praktek menggunakan APAR.

WhatsApp Image 2018-07-04 at 09.53.55 WhatsApp Image 2018-07-04 at 09.54.01 WhatsApp Image 2018-07-04 at 10.00.54 WhatsApp Image 2018-07-04 at 09.53.53